Bantul memang gudangnya makanan yang jujur yang terletak di kesederhanaan lokasi yang apa adanya, “ya ginilah” keadaanya. Tapi dari kesederhanaan dan kejujurannya tersebut menyimpan kelezatan yang tak terkira. Jika Anda melalui Jalan Parangtritis jangan lupa singgah ke warung makan sederhana ini, yupz salah satu makanan khas dari Kab. Bantul yaitu Mangut Lele. Mangut lele berupa lele yang diasap kemudian dimasak dengan kuah santan agak pedas. Rasanya yang gurih plus pedas sangat enak dinikmati ketika makan siang. Selain mangut lele juga tersedia gudeg geneng, gudeg ini seolah mirip dengan gudeg lain tapi gudeg ini disajikan plus daun pepaya tapi tidak pahit, selainĀ itu ada opor ayamnya juga yang menambah kelezatan sajian di warung ini. Letak kekhasan warung ini ada pada lokasi kita makan, dimana mangut lele dan sayuran pendukung lainnya diletakkan di balai (sebuah dipan/lincak) yang berada di dapur apa adanya. Dapurnya pun alami sekali dengan ciri khas pedesaan yang menggunakan kayu untuk memasaknya. Mbah Marto cuma duduk didekat sayur tersebut, kita pun mengambil makanannya ala prasmanan terserah kita mau ambil apa. Yah bisa dibilang kayak makan di rumah Simbah gitu, sungguh mengesankan.
Lokasi :
Belakang Kampus ISI, Jl. Parangtritis KM 14, sebelum pintu gerbang ISI ada jalan disamping kampus masuk saja ke barat ikuti jalan tersebut sampai berada di belakang ISI, setelah sampai dibelakang ISI ketemu jalan simpang 3 (ada sumur miring) belok kanan (arah barat) terus ke barat sampai ketemu perempatan kecil ambil kiri (selatan) lurus terus sampai ketemu gang ke kiri yang tidak beraspal arah timur) terus sampai ketemu pohon bambu(pring) belok kanan. Jika kesulitan tanya warga sekitar situ pasti tahu.
Harga :
Akhir tahun 2010 per porsi semaunya Rp. 11.000,-
Buka :
Setiap hari dari jam 10.00 WIB
Silakan para pecinta kuliner singgah di tempat ini, rasakan sensasinya…Monggo..Jogja Memang Istimewa,

